DJI Spark, drone mini terbaru dari DJI, bisa lepas landas
dan dikendalikan cukup dengan gerakan tangan Anda. Tentunya, ini merupakan
terbosan terbaru dalam pengembangan drone.
Cukup naikkan tangan Anda untuk meninggikannya dan membuatnya menjauh. Lalu,
klik...klik...klik! Hasil jepretan sudah tersimpan di memori.
Pesawat nirawak ini lebih ringan dan lebih kecil ketimbang Mavic Pro yang
dirilis tahun lalu. "Spark adalah minidrone pertama kami," demikian
kata pihak DJI seperti dilansir laman berita CNN, kemarin.
Meski mini, DJI Spark bisa mengambil video beresolusi 1080p dengan kecepatan 30
frame per detik dan bitrate 24 megabita per detik. Teknologi ini didukung oleh
mekanisme dua sumbu.
Kecepatan maksimumnya mencapai 50 kilometer per jam bila tak ada angin. DJI
Spark digerakkan dengan baterai bertenaga 1.480 mAh, yang bisa terbang maksimal
16 menit.
DJI Spark beratnya hanya 300 gram atau dua kali berat ponsel iPhone 5S.
Dimesinya 143x143x55 milimeter. Sangat kecil, memang. Meski begitu, drone yang
dibekali kamera beresolusi 12 megapiksel ini memiliki bukaan diafragma sensor
1/2.3" dengan bidang pandang 81,9 derajat, dan bukaan diafragma mencapai
f/2,6. Ukuran gambar maksimum yang dihasilkan pun cukup besar: 3.968x2.976
piksel.
Hargnya pun cukup terjangkau, US$ 499 atau setara Rp 6,7 juta. Harga ini untuk
paket dasar termasuk drone, baterai, charger USB, dan tiga pasang
baling-baling. Tentunya, harga ini terbilang tidak terlalu menguras kantong.
Ada juga paket dengan banderol US$ 699 atau setara Rp 9,5 juta dengan baterai
tambahan, sepasang baling-baling baru, dan pengontrol jarak jauh. Juga, ada
penjaga baling-baling, hub pengisian, dan seperangkat kabel tambahan.
Bagi penyuka warna-warna cerah, DJI Spark tersedia dalam berbagai pilihan warna. Di
antaranya, Sky Blue, Meadow Green, Lava Red, Alpine White, dan Sunrise Yellow.







0 komentar:
Posting Komentar